Monday, 6 October 2014

Ibu

Yuhuiiiii...
mumpung inet lagi konek marii kita sekalian nulis buat tugas yg ke3..
yess kali ini tugas dari emak guru Yulinda adalah menulis tentang ibu..
Ibu yah... siapa lagi bukan.. orang yang mengandung dan melahirkan kita.. lalu kemudian kita juga mengandung dan melahirkan anak anak kita... lalu seorang yang mendidik dan membesarkan anak anak nya.. lalu kemudian seorang yang memberi teladan kehidupan untuk anak anak nya.. seorang yang memberikan nilai nilai yang baik dalam kehidupan ini bagi anak anak dan keluarganya..
tentu saja bukan..
waktu kecil saya tak terlalu mengenal ibu saya..
karna dari kecil saya sudah dipisahkan dengan ibu saya..
saya tinggal bersama embah yang sebetulnya secara silsilah beliau adalah budhe saya..
budhe tak punya anak dan mengangkat anak dari kakaknya.. jadi keponakannya diadopsi oleh beliau bernama ibu Tin..
beranjak dewasa ibu Tin menikah dan lalu tidak juga punya anak.. kemudia ibu Tien yg seharus nya menjadi kakak sepupu saya mengambil saya menjadi anak adopsinya.. saya sendiri adalah anak dari adik budhe jadi jatohnya keponakan menjadi cucu begitu ya singkatnya..
usia 3 tahun ibu tien meninggal.. sayangnya saya tidak dikembalikan oleh si embah kepada ibu saya..
jadinya sampai smp saya masih tinggal dengan si embah..
lalu dewasa saya tau silsilah dari keluarga bahwa sebetulnya saya bukan cucu beliau melainkan keponakannya..
banyak hikmah yang saya dapatkan dari cerita diatas..
bahwa memang figur seorang ibu tidak tergantikan oleh siapapun..
ibu tak sekedar seseorang yang membesarkan kita.. tak hanya sekedar memasak untuk keluarganya.. tidak juga hanya seorang yang mengantar dan menjemput anak anak nya sekolah atau ibu yang setiap hari membersihkan rumah dan menyetrika baju anak anaknya..
namun jauh dari sekedar itu..
ibu yang mengukir karakter kita menjadi seperti apa kita kelak..
ibu yang menanamkan nilai nilai kehidupan dalam diri anak anaknya..
ibu juga bertanggung jawab untuk mendidik dan membangun karakter anak anaknya, menjadi seperti apa anak anaknya kelak..
Al Ummu Madrosatun..
yah.. ibu adalah madrasah pertama dan yang paling dominan untuk anak anaknya..
sejauh ini.. itu yang saya pahami..
so jadi... setinggi apapun kesibukan kita.. jangan kita lupa bahwa hakikat kita menjadi seorang ibu dengan tugas yang jauh lebih besar tanggung jawab nya adalah untuk anak anaknya..
setinggi apapun karir kita.. sebanyak apapun uang yang kita hasilkan.. ingat.. bahwa tugas ibu tak tergantikan.. tugas ibu tak bisa dibayar dengan uang sebanyak apapun..
ingat di masa masa perkembangan anak yang tak akan pernah terulang..  tugas seorang ibu mengisi hal hal yang baik.. nilai nilai yang baik untuk anak anaknya..
memngingat begitu besar peran seorang ibu...
masih bisakah kita berleha leha akan hal itu..??
mengisi hari hari kita dengan hal hal yang kurang bermanfaat..??
mengabaikan tugas tugas kita demi sesuatu yang hanya sekedar kongkow kongkow or have fun yang berlebihan.. or sosialita tak ada ujungnya..
boleh kita ada pembantu yang membantu kita dalam mengurus RT.. boleh kita ada family yang menemani kita membesarkan anak anak kita.. namun tetap seorang ibu harus menjadi pemeran utamanya..
pertanyaannya adalah.. sudah kah kita menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anak kita..??
menjalankan peran kita sebagai seorang ibu yang sebenar benarnya ?
memberikan hak hak dari anak anak kita ??
yah.. hanya kita masing masing yang tau jawabannya ya Momm...

1 comment:

  1. Bagi ibu, keluarga memang harus nomor satu. Fitrah kita sbg wanita...

    ReplyDelete